Kader-Kader Manja Duh kader-kader manja, maunya selalu mendapat, tapi enggan memberi. Maunya diperhatikan, tapi tak mau memperhatikan. Maunya dihargai, tapi tak mau menghargai.Duh kader-kader manja, merasa paling dibutuhkan dalam dakwah hingga tinggi hati menyerang niat nan suci. Merasa paling berkontribusi tapi lupa diri, bahwa yang diperbuatnya tak begitu berarti.Duh kader-kader manja, masalah pribadi jadi masalah lembaga. Harusnya fokus memikirkan umat, tapi sibuk mengungkit masalah internal yang dibuat buat. Kapan kita geraknya sobat?Duh Kader-kader manja, selalu enggan datang rapat, kalaupun datang pasti bilangnya “afwan telat”Duh kader-kader manja, inginnya selalu instan. Ingin dapet jabatan. Ingin terlihat mapan. Kalau tidak berhasil jadinya menjauh dari perkumpulan. Barisan patah hati pun jadi bermunculan.Duh kader-kader manja, ingin ini ingin itu tapi tak mau bergerak. Hanya bisa berteriak-teriak, duh sampe suaranya serak, tak banyak manfaat.Duh kader-kader manja, senangnya mengkritisi tapi tak memberi solusi, panjang lebar berdiskusi tapi tak ada aksi.Duh kader-kader manja, ternyata usia tak selalu berbanding lurus dengan kedewasaan. Bersikap seperti anak-anak padahal beban dakwah semakin banyak. Umat ini sedang butuh kontribusimu, jangan kau tambah lagi masalah umat dengan kemanjaanmu. Ingat, Komitmen kita di jalan dakwah ini akan Allah bayar, jauh lebih mahal dari materi yang selama ini kita kejar. Jadi jangan beralasan meninggalkannya hanya karena disibukkan dengan permasalahan-permasalahan pribadi. Syurga itu amat mahal takkan dapat dicapai dengan upaya seadanya saja. Buanglah sifat manja, buktikan bahwa kita kader-kader dakwah yang siap bekerja untuk umat dan bangsa. [dakwatuna.com 2/8/2011]. ----------------------------------------------------------------- Puisi & SyairOleh: Jupri SupriadiLahir pada tanggal 14 Februari 1990 disebuah desa di Kabupaten Bogor, tepatnya di kawasan Parung.Saat ini sedang merantau untuk melanjutkan studinya di Universitas Gadjah Mada dan berdomisili di asrama Lembaga Pendidikan Insani (LPI) Yogyakarta. Sebelumnya menetap selama 3 tahun di Asrama MAN Insan Cendekia Serpong dan menjadi salah satu santri di sekolah tersebut. Duh kader-kader manja, maunya selalu mendapat, tapi enggan memberi. Maunya diperhatikan, tapi tak mau memperhatikan. Maunya dihargai, tapi ... Baca selengkapnya »
Hidayat Nur Wahid: Kejujuran Sangat Mahal VIVAnews – Mantan Ketua MPR Hidayat Nurwahid prihatin atas insiden pengusiran warga terhadap keluarga Ny Siami, setelah wanita ini melaporkan contek massal di SDN Gadel 2, Surabaya. Kejujuran Siami berbuah pahit. Ia dituding mencemarkan nama baik sekolah dan kampung.“Kejujuran sangat mahal,” kata Hidayat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu 15 Juni 2011. Ia berharap, Pemkot Surabaya, Kanwil Diknas Surabaya, Pemprov Jawa Timur, dan Mendiknas berpihak kepada murid dan orangtua yang jujur dan berani.“Masyarakat yang mengucilkan mereka juga harus diberi pemahaman. Keberpihakan Kanwil Diknas terhadap mereka diharapkan bisa mengatasi kemarahan warga,” ujar Hidayat. Politisi PKS itu menyatakan, dia sejak dulu mengkritisi sistem Ujian Nasional yang kerapkali menimbulkan masalah.“Guru membantu murid saat UN. UN ini jelas harus diperbaiki,” tegas Hidayat. Menurutnya, pembenahan pendidikan tidak semata mengandalkan nilai-nilai ujian, tapi juga harus mengedepankan karakter kejujuran murid dan guru. “Ingat, reformasi mencita-citakan pendidikan yang menghadirkan akhlak mulia,” imbuh Hidayat.Sebelumnya, anak Siami yang cerdas, Al, dipaksa gurunya memberikan contekan kepada teman-temannya pada UN 10-12 Mei 2011 lalu. Siami kemudian melaporkan guru SDN 2 Gadel, tempat anaknya bersekolah. Namun ia justru dibenci, dicaci, dan diusir oleh warga kampungnya.Siami, ibu rumah tangga yang sehari-hari bekerja sambilan sebagai penjahit gorden itu, akhirnya memutuskan untuk mengungsi ke rumah orang tuanya di Gresik, bersama dengan seluruh anggota keluarganya. Rumahnya di Gadel pun ditinggal dalam penjagaan polisi. (umi) [Sumber: http://vivanews.com] VIVAnews – Mantan Ketua MPR Hidayat Nurwahid prihatin atas insiden pengusiran warga terhadap keluarga Ny Siami, setelah wanita ini melaporka... Baca selengkapnya »
HNW: Perayaan Kemerdekaan Israel Aneh bin Ajaib Hidayat Nur Wahid (HNW)Jakarta - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai perayaan Hari Kemerdekaan Israel ke-63 di Jakarta tidak masuk akal.HNW menjelaskan biasanya yang memperingati adalah perwakilan negara asing di Indonesia. Sedangkan, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel."Untuk apa dia (komunitas Yahudi) memperingati? Apakah dia warga negara Israel. Menjadi aneh, dia bukan warga Israel tapi memperingati kemerdekaan Israel. Ini aneh bin ajaib," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (13/5/2011).HNW tidak setuju jika komunitas Yahudi di Indonesia membawa-bawa nama hak asasi manusia (HAM). Menurutnya, perayaan tersebut tidak membawa manfaat bagi bangsa. Bahkan, bisa memicu kontroversi yang bisa menjadi masalah baru."Hak asasi manusia bisa berbenturan. Hak asasi manusia harus sesuai dengan Indonesia, ini justru menghadirkan kontroversi, sementara yang diperlukan adalah kesamaan pandang membangun Indonesia ke depan," ujarnya.Sebagaimana diberitakan, komunitas Yahudi di Indonesia akan merayakan Hari Kemerdekaan Israel ke-63 di Ibu Kota Jakarta."Kami akan menggelar HUT (hari ulang tahun) Kemerdekaan ke-63 Israel pada Sabtu (14/5/2011) mendatang," ujar anggota komunitas Yahudi selaku inisiator acara Unggun Dahana kepada INILAH.COM, Rabu (11/5/2011).Unggun enggan memberitahu lokasi acaranya untuk menghindari adanya penyusup. Setiap peserta akan berangkat pukul 05.00 WIB. [bar] [Sumber: http://inilah.com] Hidayat Nur Wahid (HNW) Jakarta - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid (HNW) menilai perayaan Hari Kemerdekaan Israel ... Baca selengkapnya »
Jadilah Kader Terlatih BANDUNG - Partai Keadilan Sejahtera adalah partai kader. Pimpinan PKS di berbagai level tidak boleh lelah menyiapkan seluruh perangkat-perangkat kaderisasi. Kader-kader PKS harus menjadi kader-kader terlatih agar sanggup menghadapi segala bentuk kompetisi. Hanya kader-kader terlatihlah yang sanggup memikul beban dakwah.Demikian wejangan (taujih) yang disampaikan Ketua Majelis Syuro PKS, KH Hilmi Aminuddin dihadapan fungsionaris Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS Bidang Wilayah Dakwah Banten, DKI Jakarta, dan Banten (Wilda Banjabar) belum kama ini di Padepokan Madani, Lembang Bandung.Menurut Hilmi, dalam setiap merancang program atau rencana kerja, maka terlebih dahulu harus melihat kedalam atau internal organisasi. Sebab dengan mengenali potensi internal itulah nantinya bisa diperhitungkan apa saja langkah-langkah keluar organsasi. Berbicara tentang potensi internal, lanjut Hilmi, maka sejatinya yang utama dan pertama adalah kader. Sebagai partai kader, maka kewajiban segenap aktifis PKS harus mempersiapkan perangkat-perangkat kaderisasi partai.Sebuah keniscayaan jika setiap fungsionaris partai kader terlibat penuh dalam langkah-langkah panjang menyiapkan kader. Kalau bukan organisasi kader, tidak ada perlunya menyiapkan langkah-langkah begitu panjang, menyiapkan personel dakwah. Dan sudah barang tentu, output yang diinginkan adalah kader-kader terlatih di segala bidang. Jika dia lebih condong atau diproyeksikan ke bidang sosial, maka jadilah kader yang terlatih dan menguasai persoalan-persoalan di bidang sosial. Jika dia menjadi politisi baik sebagai anggota legislatif maupun kepala daerah, maka dia harus terlatih saat berhadapan atau berkomunikasi dengan publik."Politisi harus bisa menguasai public speaking, sebagai bagian dari komunikasi dengan rakyat luas. Saya sering mendengar, masih banyak aleg-aleg kita banyak yang tidak “bunyi” di DPR/DPRD. Atau kalaupun bunyi malah meninggalkan persoalan,” ujar Hilmi.Indonesia di era demokrasi seperti saat ini menyajikan ruang dan peluang terbuka bagi siapapun. Bagi PKS, demokrasi bisa dimaknai sebagai ruang-ruang yang harus dimasuki untuk mendapatkan peluang-peluang yang terbuka itu. Dan untuk bisa menangkap banyak peluang itu diperlukan keterampilan dan kualitas agar bisa berkompetisi.Sebagai kader dakwah, maka kader PKS harus siap berkompetisi untuk menjadikan al haq (kebenaran) menjadi sesuatu yang dominan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebaliknya jika gagal menampilkan al haq dalam pentas kehidupan bangsa, maka kebatilanlah yang akan dominan dan menguasai kehidupan bangsa ini.Sebagai syarat memiliki daya saing, pengalaman di lapangan sebagai medan latihan, adalah hal mutlak untuk menghasilkan kualitas dan profesionalitas dalam berkompetisi. Oleh karena itu jangan pernah lewatkan berbagai sarana latihan termasuk melatih kepedulian dan keterampilan membantu masyarakat di lokasi-lokasi bencana. Dalam mitigasi bencana itu dibutuhkan kesiapsiagaan, kemampuan berkoordinasi serta menyelesaikan masalah di lapangan. Dan itu adalah sarana terbaik untuk meningkatkan capacity building kader. Ibarat intan sinarnya akan muncul jika selalu digosok.“Saya terkesan dengan sebuah kalimat yang terpampang di gedung Markas Kopassus TNI AD, Cijantung yang berbunyi, kami bukan prajurit terbaik namun kami adalah prajurit terlatih”, demikian Hilmi menyontohkan.Ia pun meminta Wilda mendorong struktur di wilayah-wilayah maupun di daerah-daerah agar mempersiapkan kader-kadernya dengan berbagai macam pelatihan-pelatihan. Hal itu dimaksudkan agar kader memiliki kemampuan qudrot ala tahammul atau kemampuan memikul beban. (SL) BANDUNG - Partai Keadilan Sejahtera adalah partai kader. Pimpinan PKS di berbagai level tidak boleh lelah menyiapkan seluruh perangkat-per... Baca selengkapnya »
Hamas: Tunggu "Konsekuensi" dari Serangan Udara Anda, Israel! GAZA CITY - Kelompok perlawanan Palestina Hamas, Sabtu, memperingatkan Israel mengenai "konsekuensi" setelah serangan udara paling akhir Zionis terhadap Jalur Gaza menewaskan tiga anggota anggota sayap bersenjata kelompok pejuang Palestina itu. Ketiganya adalah anggota Brigade Ezzedine Al-Qassam, yang tewas Jumat malam (1/4) di dekat kota kecil Khan Yunis di Jalur Gaza, demikian antara lain isi pernyataan Hamas.Hamas mengidentifikasi ketiganya sebagai Ismael Lubbad, Abdallah Lubbad dan Mohammed Eldayah.Serangan tersebut adalah peningkatan serius ketegangan dan Israel "akan memikul semua konsekuensinya", demikian peringatan Brigade Al-Qassam.Beberapa staf medis dan saksi mata sebelumnya mengatakan satu orang juga cedera dalam serangan udara itu. Mereka mengatakan sasarannya adalah satu mobil yang sedang melaju antara Khan Yunis dan kamp pengungsi Deir al-Balah.Sementara itu, jurubicara militer Israel mengatakan serangan tersebut, yang direncanakan secara bersama dengan lembaga keamanan dalam negeri Israel --Shin Bet, adalah "serangan untuk mendahului" terhadap gerilyawan yang "berencana menculik orang Israel" selama hari keagamaan mendatang Yahudi, Paskah."Satu pesawat Angkatan Udara Israel menyerang satu jaringan HAMAS ... yang berencana melakukan penculikan di Semenanjung Sinai dan di Israel selama hari libur Paskah," katanya.Pantai Sinai di negara tetangga Israel, Mesir, adalah tujuan terkenal bagiorang Israel selama libur satu pekan, yang dimulai pada 18 April dan bertepatan dengan hari Pengungsian Bangsa Israel dari Mesir. Kemarahan masyarakat Israel masih bergolak gara-gara penculikan oleh gerilyawan terhadap prajurit Israel, Gilad Shalit, dalam serangan lintas-perbatasan ke dalam wilayah Israel pada 2006.Shalit belum ditemukan, dan diduga disekap di satu tempat di Jalur Gaza.Pada Rabu (30/3), satu serangan udara Israel ke bagian selatan Jalur Gaza menewaskan seorang pejuang dan melukai seorang lagi. Aksi balas-membalas serangan mulai terjadi pada 16 Maret, ketika satu roket yang ditembakkan dari Jalur Gaza mendarat di tempat terbuka di Israel selatan, tanpa merenggut korban jiwa atau menimbulkan kerusakan.Dalam waktu beberapa jam, Angkatan Udara Israel melancarkan serangan balasan, dan menewaskan dua pejuang dari Brigade Ezzedine Al-Qassam, dalam apa yang dipandang sebagai reaksi yang tak sesuai. Dua hari kemudian, beberapa anggota Hamas membalas, dan menembakkan sebanyak 50 bom mortir ke kota Beersheva di Israel selatan dalam pemboman paling sengit selama dua tahun.Sumber: republika.co.id GAZA CITY - Kelompok perlawanan Palestina Hamas, Sabtu, memperingatkan Israel mengenai "konsekuensi" setelah serangan udara pali... Baca selengkapnya »
Kesungguhan dan Semangat yang Tinggi Kesungguhan itu lawan dari main-main, yaitu sungguh-sungguh dalam suatu urusan dan memberikan perhatian yang lebih besar dari biasanya serta bersegera ingin menunaikannya.Untuk menuju ke sana para aktivis dakwah dituntut memiliki semangat yang tinggi, memberikan segala kemampuannya, dan tidak boleh ragu-ragu ataupun berhenti di tengah jalan, atau bermalas-malasan di tengah perjalanan.Biasanya, ketika meniti perjalanan yang panjang/semangat para aktivis dakwah melemah, tekad mereka mengendur, dan langkah mereka melamban. Pada saat itulah amal islami (pergerakan Islam) menjadi lemah dan berkurang pengikutnya.Sebagian mereka juga merasakan nikmatnya beristirahat dan rela dengan hal itu. Mereka merasa berat dengan beban dakwah dan tidak menyukainya, memperbanyak senda gurau dan tawa canda, serta bersenang-senang dengan pertemuan yang sepi dari semangat dan kesungguhan.Mereka juga merasa nyaman dengan tidak ikut serta dalam kafilah jihad. Mereka tidur lelap dan rela dengan hanya memberi kontribusi yang sedikit. Mereka menyibukkan diri dengan urusan yang tidak penting dan melalaikan kewajiban yang sesungguhnya, serta lupa bahwa kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia. Mereka rela dengan kontribusi minimal yang diberikan kepada dakwahnya, dan sudah menganggapnya sebagai kontribusi yang besar.Karena itu, harus selalu dipompakan semangat yang tinggi dan kesungguhan yang benar agar kita mampu menunaikan amanah dan tanggung jawab kita serta sampai pada tujuan. al-Qur'an telah memuji sekelompok manusia yang beriman dengan iman yang sesungguhnya. Mereka menyingsingkan lengan baju, dan bersungguh-sungguh mencari keridhaan dari Allah. Allah Ta'ala berfirman,“Mereka itu bersegera untuk melakukan kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya.” (aI-Mu'minun [23] : 61)Yang harus diingat, ketika berbicara tentang semangat yang tinggi dan kesungguhan adalah kontribusi dan kesungguhan itu berbanding lurus dengan kedekatan seseorang kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dalam hadits qudsi Dia berfirman,“Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku akan mendekatinya sehasta. Barangsiapa yang mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku akan mendekatinya sedepa. Dan, apabila ia datang kepada-Ku dengan berjalan, maka Aku akan datang kepadanya dengan berlari.” (HR. Muslim, dalam kitab at-Taubah, Nomor 2675).Para pemalas tidak sama dengan orang yang sungguh-sungguh dan memiliki semangat tinggi."Tidaklah sama antara Mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad dijalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat..." (an-Nisa' [4]: 95) Orang-orang yang memiliki semangat tinggi dan kesungguhan yang tulus, merekalah orang-orang yang berhak mengemban dakwah ini dan menyampaikannya kepada manusia. Karena itulah, pengemban dakwah yang sesungguhnya adalah mereka yang menghabiskan umurnya, mengorbankan hartanya, dan memberikan waktunya untuk kemenangan dakwah.Asy-Syahid al-Banna mengatakan, “Adalah sebuah kesalahan jika ada yang menyangka bahwa Ikhwanul Muslimin adalah para da'i yang menyeru manusia kepada kemalasan dan keterlenaan. Ikhwan selalu menyerukan di setiap kesempatan bahwa seorang Muslim harus menjadi pelopor dalam segala sesuatu. Ikhwan tidak rela hidup tanpa qiyadah, tanpa amal, dan tanpa keunggulan dalam segala hal, baik dalam ilmu, kekuatan, kesehatan, maupun finansial. Sebab, keterbelakangan dalam suatu sisi dari berbagai sisi yang ada itu akan membahayakan fikrah kami dan bertentangan dengan ajaran Islam.”Beliau juga mengatakan, “Sedikit sekali orang yang tahu ketika salah seorang da'i Ikhwan keluar dari tempat kerjanya pada hari Kamis sore, lalu pada waktu isya sudah berceramah di al-Manya. Di hari Jumat ia menyampaikan khotbah di Manfaluth, Jum'at sorenya berceramah di Asiyuth, dan setelah isya pada hari itu juga sudah berdakwah di Sauhaj, baru kemudian pulang. Pagi-pagi buta di keesokan harinya, ia sudah berada di tempat kerjanya di Kairo, bahkan mendahului karyawan lainnya.”Surat Terbuka untuk Para PemalasPemalas adalah orang yang tidak beruntung. Ia menghalangi dirinya dari pintu-pintu kebaikan yang sangat banyak. la terbuai dengan kenikmatan sementara yang dirasakan dari duduk-duduk dan istirahatnya. la lebih mengutamakan santai daripada menyiapkan diri untuk kehidupannya yang tersisa."Sekali-kali janganlah demikian. Sebenarnya kamu (hai manusia) mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan (kehidupan) akhirat." (al-Qiyamah [75]: 20-21)Dia rela dengan kondisi dirinya. Rela dengan ketertinggalan dan kemalasannya. Seharusnya, dia bisa bangkit lebih tinggi. Sesungguhnya, kita tidak membutuhkan para pemalas. Kita hanya bisa menasihati dan mendoakan mereka. Kita ajak mereka untuk berpikir ulang. Mari kita lihat teman-teman dan saudara-saudara yang telah meninggalkan kita. Barangkali, kita bisa membangkitkan dan menguatkan kembali semangat mereka.Kita tidak mungkin bisa mengingkari kematian atau orang-orang mati yang setiap hari kita antarkan ke liang lahat. Tidak dapat kita pungkiri bahwa kita kehilangan mereka untuk selamanya. Tidak dapat kita pungkiri juga bahwa di antara mereka ada yang masih muda dan ada pula yang sudah tua. Di antara mereka ada bayi-bayi yang tak berdosa dan wanita-wanita lemah. Di antara mereka ada yang mati dalam keadaan sehat dan ada pula yang mati karena sakit.Mati adalah sebuah keniscayaan, mendatangi orang yang sudah tiba saatnya. Tidak ada yang mengetahui. Bisa jadi, kematian akan merenggut kita hari ini dan tidak bisa ditunda sampai hari esok. Pada saat itulah, tidak berguna lagi penyesalan."(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata. 'Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia) agar aku berbuat amal yang shaleh terhadap yang telah aku tinggalkan.'Sekali-kali tidak. Sesungguhnya, itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan." (al-Mu'minun [23]: 99-100) “Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata, Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh.”(al-Munafiqun [63]: 10) Maka, berbuatlah... dan berbuatlah.... Bersungguh-sungguhlah... dan bersungguh-sungguhlah..., sebelum kedatangan suatu hari yang tidak berguna lagi bagi seseorang kecuali apa yang sudah ia perbuat.Semangat yang tinggi dan kesungguhan dalam sebuah aktivitas dapat memengaruhi derajat surga di antara orang-orang yang beriman."Tidaklah sama antara Mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar." (an-Nisa' [4]: 95) Jangan seperti Mereka1. Seperti yang difirmankan oleh Allah,"Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menuruti hawa nafsunya yang rendah. Maka, perumpamaannya seperti anjing. Jika kamu menghalaunya, diulurkannya lidahnya, dan jika kamu membiarkannya, dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka, ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir." (al-A'raf [7]: 175-176) 2. Orang yang kepergiannya tidak disukai oleh Allah, maka Allah melemahkan keinginan mereka."Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang...." (at-Taubah [9]: 87)Sebabnya adalah hilangnya semangat dan tidak pergi berjihad."Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan kepada mereka, 'Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal (tidak pergi berperang) itu.” (at-Taubah [9]: 46) 3. Orang yang mencintai dunia sehingga mengalahkan akhirat."Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu, 'Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah' kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit" (at-Taubah [9]: 38)Jadilah Seperti Orang-orang yang Menepati Janji dan Bersegera Meraih KebaikanSeperti yang difirmankan oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala,“Laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingati Allah, dan (dari) mendirikan shalat, dan (dari) membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang." (an-Nur [24]: 37)"Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah; maka di antara mereka ada yang gugur. Dan di antara mereka ada (pula)yang menunggu-nunggu dan mereka sedikit pun tidak mengubah (janjinya)." (al-Ahzab [33]: 23) "Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya." (al-Mu'minun [23]: 61)Tanda-tanda Kesungguhan dan Semangat Tinggi- Bersegera menunaikan shalat, "Bangkitlah untuk shalat ketika kalian mendengar panggilan shalat, apa pun keadaan kalian."- Berkomitmen untuk menghadiri semua pertemuan dan disiplin di dalamnya.- Merespons dengan cepat instruksi-instruksi mendadak yang diberikan.- Bersegera menginfakkan harta untuk kepentingan dakwah.- Tidak berjalan bersama para pemalas dan orang-orang yang suka meninggalkan dakwah.- Menggunakan seluruh potensi yang dimiliki untuk kepentingan umat dan dakwah.Sumber: Memperbarui Komitmen Dakwah (Muhammad Abduh) Kesungguhan itu lawan dari main-main, yaitu sungguh-sungguh dalam suatu urusan dan memberikan perhatian yang lebih b... Baca selengkapnya »