Memahami Pola Pikir Anak Dan Menghadapinya Dengan Bijak Memahami pola pikir anak susah-susah gampang. Beda usia, beda pula cara berpikirnya. Simak penjelasan Roslina Verauli, M. Psi, praktisi Tumbuh Kembang RS Pondok Indah, soal perkembangan cara berpikir anak dan bagaimana cara menghadapi mereka dengan bijak.Sejak anak lahir dan berkembang, ada proses kognitif yang terjadi pada dirinya. Proses-proses kognitif mencakup kegiatan berpikir, menalar, belajar dan memecahkan masalah. Orangtua yang ingin memahami jalan pikir anak, tentu harus mengetahui perkembangan umum kognitif mereka di setiap tahapan usia.Usia 0 – 2 tahunDi usia 0 – 2 tahun, anak sudah mulai memersepsi dan bertindak. Perkembangan itu dapat dilihat dari perkembangan motorik mereka. Misalnya, di usia 0 – 1 bulan, kemampuan motorik mereka sebatas melatih refleks yang sudah ada. Contohnya mengisap puting ibu saat menyusu. Pada usia 1 – 4 bulan, bayi sudah bisa mengulang tindakan seperti membuka dan menutup telapak tangan. Usia 4 – 8 bulan, anak mulai merespon untuk menyelesaikan masalah. Misalnya, memindahkan penutup untuk mengambil mainan. Usia 12 – 18 bulan, anak mulai tertarik pada karakter sebuah mainan untuk melihat bagaimana mainan bisa berfungsi. Usia 18 – 24 bulan, anaka mulai mengunakan bahasa dan simbol warna-warna dan bentuk-bentuk benda atau nama-nama binatang. Ekspresi anak mulai terlihat dengan jelas.Cara menghadapi:Orang tua harus merangsang anak lebih kreatif dalam berpikir. Contoh, pada bayi yang menangis ingin menyusui, latih mereka untuk menemukan puting si ibu. Selain itu, orang tua juga harus intens membangun ikatan emosi dengan si anak. Contoh, saat menyusui, peluklah anak dengan hangat dan memberikan tepukan lembut serta bernyanyilah dengan gembira. Ketika anak menangis , orang tua harus segera berespon. Dengan begitu anak memiliki rasa percaya dan aman bahwa ketika dia butuh bantuan. Jadi, semakin intens Anda mengasuhnya langsung, semakin kuat pula ikatan emosional antara Anda dan buah hati.Usia 3 – 5 tahunAnak-anak usia 3 – 5 tahun sudah mulai berespon menghadirkan setiap pengalamannya secara mental dengan mengunakan bahasa. Mereka juga lebih imajinatif dalam bermain. Mulai suka main guru-guruan, panggung boneka dan mulai suka menonton televisi. Di usia ini, anak harus bisa membedakan orang asing dan orang dekat. Dia harus mengerti bagaimana bersikap kepada orang yang dia kenal atau orang asing. Cara menghadapi :Penolakan-penolakan yang sudah mulai dilakukan anak kepada ibu adalah hal wajar. Yang harus dilakukan, saat anak menolak untuk hal-hal disiplin (makan, mandi dan belajar), kita perlu melakukan negosiasi sederhana. Kasih mereka pilihan dan konsekuensi. Contoh, bila anak menolak makan, negosiasikan padanya kapan dia akan menunda waktu makan dan berikan pilihan atau konsekuensi bila dia tidak menepati janjinya.Usia 6 – 12 tahunPerkembangan kognitif yang menonjol, mereka berpikir lebih kompleks dan mulai memasuki pendidikan formal. Kehidupan sosial anak usia ini lebih mengutamakan pertemanannya. Berteman itu penting untuk membantu mereka bersosialisasi dengan lingkungan. Usia ini anak sudah mulai punya rahasia.Cara menghadapi:Pastikan anak tidak hanya sekedar belajar dibangku sekolah. Bangun konsep cita-cita pada dia agar dia menjalani hidup dengan tujuan. Tetapi ingat, anak bukan perpanjangan tangan profesi kita yang gagal. Berikan pengetahuan yang seluas-luasnya soal pilihan cita-cita. Tak perlu cemburu bila anak lebih memilih bermain dengan temannya dari pada berkumpul dengan keluarga. Justru, orang tualah yang seharusnya mendorong mereka untuk memiliki teman dan bersosialisasiSumber: http://mendidikanakanak.blogspot.com/2013/03/memahami-pola-pikir-anak-dan.html Memahami pola pikir anak susah-susah gampang. Beda usia, beda pula cara berpikirnya. Simak penjelasan Roslina Verauli, M. Psi, praktisi Tumb... Baca selengkapnya »
Tips Sukses Belajar Ada kalanya belajar menjadi suatu kegiatan yang membosankan. Naik turunnya motivasi belajar merupakan salah satu pertanda jika belajar tidaklah selalu menyenangkan. Rasa malas untuk pergi ke kampus atau sekolah seringkali menghampiri siswa. Tidak jarang buku-buku yang dipinjam di sekolah hanya menumpuk di ruang belajar dan tidak tersentuh sama sekali. Keinginan belajar baru akan tumbuh di saat menjelang ujian tiba. Inilah fakta nyata minat siswa untuk belajar.Berangkat dari fakta di atas, Grahabelajar membuat 5 kunci sukses yang disebut (tips sukses belajar 5K) untuk memandu siswa supaya berhasil dalam belajar. Ada lima hal yang perlu diperhatikan:1. Keuletan / ketekunanTidak semua siswa memiliki minat untuk mempelajari materi yang diberikan di sekolah. Setiap materi sekolah memiliki tingkat kesulitan yang bervariasi. Jiwa yang ulet atau tekun akan membantu menguasai materi dengan baik. Jika suatu materi terasa berat untuk dipahami, sebaiknya siswa mengulang materi tersebut secara perlahan-lahan secara bertahap. Ibarat orang makan, kita akan akan menghabiskan satu piring nasi tidak dengan satu suapan tetapi dengan beberapa suapan (atau sendok). Demikian juga dengan kemampuan otak kita yang memerlukan proses secara bertahap untuk mencerna materi yang dipelajari. Tidak semua siswa terlahir dengan jenius.2. KesabaranSeorang pelajar sebaiknya memilki jiwa yang sabar untuk pantang menyerah. Kegagalan hari ini sebaiknya dipergunakan sebagai cambuk untuk berhasil. Jiwa yang sabar akan membuat diri siswa menjadi lebih tenang ketika menghadapi kegagalan (hasil yang tidak sesuai dengan yang diharapkan).3. KeterbukaanSeorang pelajar sebaiknya memiliki jiwa terbuka. Keterbukaan dalam menerima kritik akan menjadikannya dewasa dan matang. Keterbukaan untuk mengutarakan permasalahan belajar yang dihadapinya akan mempercepat dirinya menemukan solusi permasalahan belajar yang dihadapinya. Ada banyak sekali media yang bisa dipergunakan untuk mencari solusi permasalahan belajar yang dihadapinya, seperti bertemu dengan guru bidang studi, diskusi dengan sesama siswa, dan mengikuti forum-forum belajar online seperti yang telah disediakan oleh Grahabelalajr (klik untuk membuka forum e learning grahabelajar).4. KemampuanTidak bisa disangkal jika uang diperlukan untuk mendukung keberhasilan belajar. Siswa memerlukan alat seperti buku dan komputer untuk membantu keberhasilannya dalam belajar. Anggaplah semua uang yang dikeluarkan untuk belajar adalah suatu investasi untuk masa depan. Jangan enggan untuk mengeluarkan dana yang diperlukan untuk mendukung kelancaran belajar. Pepatah Jawa mengatakan ‘Jer Basuki Mawa Beya”.5. KepasrahanJika semua usaha telah dilakukan, seorang siswa selanjutnya menyerahkan semua urusannya ke Tuhan. Sebagai orang beragama tentu kita menyakini jika Tuhan memegang kendali atas urusan kita. Berdoa secara teratur adalah suatu media kepasrahan kepadan Tuhan, supaya Dia mengabulkan semua urusan kita atau memberikan yang terbaik untuk diri kita.Semoga 5 tips di atas yang diramu oleh Grahabelajar bermanfaat untuk pembaca semua. Salam pendidikan!Sumber: http://grahabelajar.com/2013/03/11/5-tips-sukses-belajar/ Ada kalanya belajar menjadi suatu kegiatan yang membosankan. Naik turunnya motivasi belajar merupakan salah satu pertanda jika belajar ti... Baca selengkapnya »
Elly Risman: Kenalkan Anak tentang Pelecehan Seksual Mulai Usia 7 Tahun Elly Risman (Executive Director Yayasan Kita & Buah Hati)Jakarta - Pemerkosaan inses kepada anak perempuan yang dilakukan ayah dan saudara kandung sendiri makin mengkhawatirkan. Untuk itu, orang tua harus membekali anaknya supaya bisa menjaga diri. Usia 7 tahun dianggap ideal untuk mulai memperkenalkan anak tentang pelecehan seksual itu."Anak yang berusia di atas 7 tahun harus diperkenalkan tentang pelecehan seksual, kekerasan seksual, dan perkosaan dengan menggunakan kata-kata yang sesuai dengan usia mereka. Ortu tidak bisa lagi merasa tabu dan saru sehingga tidak menyampaikan yang benar untuk melindungi anaknya," ujar psikolog yang juga Executive Director Yayasan Kita & Buah Hati, Elly Risman.Elly Risman, yang sedang menjalankan ibadah umroh di Arab Saudi, menyempatkan diri untuk melayani wawancara detikcom via pesan singkat, Kamis (21/2/2013). Berikut wawancara lengkapnya:Fenonema ayah yang memperkosa anak kandung sendiri makin marak. Arsip detikcom mencatat ada 7 kasus setahun ke belakang, di Indonesia saja. Ini gejala apa?Betul, peningkatan luar biasa. Itu yang kita tahu dari media. Saya pikir kenyataan yang ada di lapangan jauh lebih besar. Apalagi inses ini kan aib keluarga, jadi berusaha dirahasiakan.Ini menunjukkan gejala betapa sakitnya sudah masyarakat kita. Yang paling menyedihkan adalah ada anak Indonesia yang sampai meninggal karena antara lain diperkosa ayahnya. Kita bereaksi sebentar saham kemudian berita-berita inses selanjutnya kita terima 'sebagai berita'.Apa saja faktor pemicu terjadinya pemerkosaan inses ini?Ada beberap faktor yang mungkin jadi penyebab:1. Yang jelas adalah kurangnya pengetahuan, penghayatan dan pengamalan kehidupan beragama. Faktor keimanan ini sangat penting. Karena kelemahan dalam hal ini merupakan peluang besar bagi setan untuk masuk dan menggoda. 2. Banyaknya waktu luang3. Pengaruh media/tontonan atau bacaan termasuk berita4. Kemungkinan mengalami kerusakan otak karena melihat pornografi.Dari beberapa kasus pemerkosaan inses yang dimiliki detikcom, rata-rata ayah yang juga pelaku adalah orang tak mampu atau pengangguran, apa ada korelasinya antara kemiskinan dan tindak kriminal ini?Saya pribadi kurang setuju kalau faktor ekonomi selalu dijadikan alasan utama seperti karena mereka miskin.Sudah 68 tahun kita merdeka masa kita tidak mampu melihat faktor-faktor lain yang signifikan kecuali ekonomi. Sayangnya sudah begini banyak kasus inses terjadi, saya belum lagi mendengar ada penelitian terhadap kasus-kasus ini untuk mengetahui dari pelaku dan korban tentang motif apa yang menjadi alasan perbuatan jahanam ini.Sementara faktor kerusakan otak karena pornografi secara luas termasuk oleh penyidik untuk menjadikannya sebagai faktor yang disidik pelaku.Saya tidak tahu tentang korelasi antara perlakuan inses dengan kemiskinan karena seharusnya dilakukan penelitian terlebih dahulu. Tapi seperti yang saya jelaskan cukuplah yah, sudah melihat kausalitas berbagai masalah kemasyarakatan dikaitkan dengan ekonomi. Sehingga bukan saja menutup kemungkinan kita melihat ada aspek lain yang berkembang, juga membuat kita cenderung mempermudah masalah karena kita bisa mengatakan: oh karena mereka miskin.Kita jadi tidak waspada bahwa narkoba dan pornografi mampu merusak otak dan membuat orang melakukan perbuatan-perbuatan yang sangat keji. Lepas kelas sosial ekonomi dan pendidikan.Ibu mengatakan ada peningkatan kasus ini di tiap provinsi. Bisa dijelaskan?Tentang peningkatan kasus inses kami tidak punya, karena kalau dikatakan meningkat harus ada data pembanding tahun sebelumnya. Yang dilakukan oleh Yayasan Kita dan Buah Hati adalah analisa isi dari berita yang ada di internet, berikut datanya:Aceh (2000-2010): 6Medan: 11Bengkulu (2010-2012): 35Jakarta: 18Jawa Barat: 11Yogyakarta: 6Jawa Timur: 1NTB (2012): 5Kalimantan Selatan: 1Gorontalo: 1Papua: 1Bagaimana orang tua mencegah dan mewaspadai pemerkosaan inses agar tak terjadi pada keluarganya?1. Co atau dual parenting: kedua orang tua harus terjun dan terlibat penuh mengasuh anak mereka, bertanggung jawab kepada Tuhan untuk titipannya itu. Jangan mudah mensubkontrakkan mereka ke tangan orang lain: baby sitter, pengasuh, anggota keluarga atau tempat penitipan anak2. Menyadari tantangan zaman menjadi semakin gila: orang-orang yang rusak otaknya karena narkoba, pornografi dan penyakit masyarakat lainnya akan mudah melakukan kekerasan seksual dan perkosaan pada anak-anak. Umumnya dilakukan oleh orang: dekat dan dikenal dengan 2 cara: dibujuk atau diancam.3. Ini beberapa hal yang enak diomongin tapi nggak enak dikerjain yang harus dipersiapkan ortu bagi anaknya:a. Pengetahuan agama dan praktiknya, termasuk berdoa untuk dapat perlindungannya dalam kehidupan sehari-hari.b. Komunikasi yang dekat dan hangat sehingga bisa menunjukkan dan menjelaskan kepada anak di atas 4 tahun bahwa:-Dia sangat berharga. Maka selain orang tua dia harus menjaga dirinya sendiri, tidak boleh disentuh sembarangan kecuali sebutkan siapa dalam keluarga: mama, ayah, nenek, mbak dan dokter.-Jelaskan tentang bedanya orang asing, kenalan, teman, sahabat, kerabat dan muhrim (bagi yang muslim). -Jelaskan tentang 3 jenis sentuhan: Sentuhan yang baik yaitu, yang menyenyuh bagian tubuh dari kepala ke atas dan lutut ke bawah. Sentuhan membingungkan yaitu, yang menyentuh bagian tubuh dari bawah bahu sampai di atas lutut. Sentuhan yang buruk yaitu, yang menyentuh bagian tubuh yang ditutup oleh pakaian renang.Semua ini harus dipraktikkan berulang-ulang supaya anak paham. Mereka juga harus diajarkan bagaimana bereaksi terhadap sentuhan membingungkan dan yang buruk dengan role play. Berikut kata-kata yang harus mereka ucapkan.Anak yang berusia di atas 7 tahun harus diperkenalkan tentang pelecehan seksual, kekerasan seksual, dan perkosaan dengan menggunakan kata-kata yang sesuai dengan usia mereka. Ortu tidak bisa lagi merasa tabu dan saru sehingga tidak menyampaikan yang benar untuk melindungi anaknya. Anak harus diajarkan, mereka boleh berbohong, berteriak dan jangan pernah takut melaporkan pada orang tua atau orang dewasa lain dalam keluarga.Bisa saja terjadi karena pengaruh setan atau penyakit di otak, orang-orang terdekat yang tidak pantas tapi dapat melakukan hal-hal yang keji. Jangan takut dengan ancaman dan hadiah yang dijanjikan. Jelaskan betapa masa depan anak akan terganggu. Gunakan banyak kalimat bertanya untuk melatih anak berpikir kritis.Dampak bagi anak yang menjadi korban pemerkosaan inses seperti apa?Tentang dampak bagi anak, tidak usah sampai anak itu dewasa. Selama mereka anak-anakpun dampaknya sudah sangat menyakitkan. Hal ini terutama disebabkan anak tidak bisa memahami apa yang sudah terjadi dan mengapa itu bisa terjadi.Mereka umumnya merasa sangat ketakutan, kesakitan, membenci ayahnya dan bisa saja orang dewasa di sekitarnya. Merasa jijik pada diri sendiri karena risau dan bingung, kecewa, marah, dendam, maka yang tampil adalah: perilaku yang tidak mudah dipahami, menarik diri, melawan, kasar, ketakutan, impulsif, gangguan tidur dan makan, dan jelas prestasi akademis terganggu.Tanda-tanda fisik: sulit duduk maupun berjalan, kelaminnya gatal atau sakit, daerah vagina atau duburnya lecet dan berdarah, menderita penyakit seksual, hamil.Bila gangguan psikologis akibat dan kekerasan seksual atau trauma post sexual abuse tidak segera ditangani, maka semakin anak besar, ia akan menunjukkan: harga diri yang rendah, merasa berdosa, marah, menyendiri dan tidak mau bergaul dengan orang lain dan makan tidak teratur.Beberapa ahli mengatakan bahwa perkawinan untuk korban inses bukan jalan keluar. Korban-korban yang tidak mendapat penanganan yang baik bisa menjadi: korban kekerasan seksual berkelanjutan, bisa juga menjadi pelaku sebagai balas dendam.Bagaimana menyembuhkan anak yang sudah menjadi korban pemerkosaan inses ini?Semua korban inses harus melalui terapi terpadu: fisik, psikologis dan religius. Untuk anak-anak terapi bermain dan psikodrama. Sedangkan sebagai orang dewasa membutuhkan berbagai teknik psikoterapi dan terapi religius serta forgiveness therapy.Sumber: http://news.detik.com/read/2013/02/22/140655/2177028/158/elly-risman-kenalkan-anak-tentang-pelecehan-seksual-mulai-usia-7-tahun Elly Risman (Executive Director Yayasan Kita & Buah Hati) Jakarta - Pemerkosaan inses kepada anak perempuan yang dilakukan ayah dan sa... Baca selengkapnya »
Investasi Bodong vs Koperasi LartoJakarta - Sedih mendengar berita beberapa hari belakangan ini tentang investasi bodong yang selalu dikait-kaitkan dengan koperasi.Seperti diberitakan oleh beberapa media baik lokal maupun nasional, Koperasi Berkah Mandiri 24 di Cinere, Depok, Jawa Barat, yang digugat karena menggelapkan uang nasabah, telah dijadikan tersangka oleh polisi.Sebagai orang yang tengah berjuang untuk mengembangkan koperasi sebagai soko guru perekonomian saya merasa sangat terusik oleh berita ini.Saya berpikir media juga kurang paham terhadap lembaga ini koperasi atau bukan. Pada beberapa judul pemberitaan tertulis, "Pemilik Koperasi Berkah Mandiri 24 Jadi Tersangka". Pengambilan judul ini sungguh tidak tepat.Pertama, belum tentu lembaga yang mengaku Koperasi Berkah Mandiri adalah benar-benar koperasi atau bukan. Kedua, penulis berita ini tidak paham siapa saja pemilik koperasi yang sebenarnya.Kesalahan dalam penulisan ini berakibat fatal pada masyarakat. Beberapa akibat fatal yang terjadi di masyarakat antara lain : masyarakat menjadi apatis terhadap koperasi, masyarakat menjadi semakin tidak paham terhadap koperasi dan masyarakat semakin bingung apa sebenarnya koperasi.Kondisi demikian melahirkan kekhawatiran baru, yaitu ketidakpedulian masyarakat terhadap koperasi secara massal. Dengan demikian para pegiat koperasi yang benar-benar tulus mengembangkan koperasi menjadi terhambat.Menurut Larto, pada buku Koperasipreneur Jilid 1 (Jurus Jadi Pengusaha Kaya Anti Bangkrut), dituliskan tentang praktek-praktek sesat koperasi.Larto menandaskan bahwa koperasi yang beroperasi untuk mengumpulkan investasi adalah bukan koperasi. Larto mencontohkan Koperasi Putera Pandawa, Koperasi Manunggal Artha Jaya (MAJ), Koperasi Langit Biru, Koperasi Gradasi Anak Negeri (GAN) dan Koperasi Masyarakat Adil Sejahtera (MAS). Usaha-usaha yang mengaku koperasi seperti ini pada hakekatnya bukan koperasi.Koperasi Yang benarLalu pertanyaanya apa koperasi yang benar? Menurut International Cooperative Aliance (ICA), co-operative is an autonomous association of person united voluntarily to meet their common economic, social and cultural needs and aspirations through a jointly-owned and democratically-controlled enterprise.Koperasi yang benar merupakan kumpulan orang yang memiliki kepentingan ekonomi, sosial, dan budaya juga aspirasi yang sama yang dibentuk melalui badan usaha yang dimiliki dan dikontrol bersama.Lembaga-lembaga yang didirikan oleh orang-orang yang menyebut koperasi di atas bisa dipastikan tidak sesuai dengan pengertian di atas, terutama pada kepemilikan dan kontrol bersama. Masyarakat hanya dijadikan objek untuk mengumpulkan dana.Pada koperasi yang benar masyarakat menjadi anggota yang memiliki juga usaha koperasi dan dibenarkan untuk mengontrol usaha yang dijalankan koperasi melalui mekanisme Rapat Anggota.Masyarakat harus mendapat pemahaman bentuk koperasi yang benar. Hal ini bukan pekerjaan ringan, di tengah sempitnya lapangan kerja dan kurang bergairahnya iklim investasi, masyarakat kita cenderung mencari yang instant.Tidak salah jika masyarakat dengan mudahnya tergiur oleh tawaran investasi di luar perhitungan ekonomis tersebut. Jika diperhatikan tawaran investasi bodong ini setiap bulannya ditawarkan antara 5-10 persen, suatu hal yang sangat tidak mungkin jika kita berpikir logis.Dengan investasi Rp 20 juta masyrakat diiming-imingi dengan bagi hasil Rp 2 juta per bulan tanpa bekerja.Peran pemerintahUntuk mencegah terulangnya kembali persoalan ini, penulis sangat berharap pengawasan pemerintah terutama Departemen Koperasi dan UKM RI melalui turunannya baik di propinsi maupun di Kabupaten/Kota. Keberadaan satgas yang bertugas untuk mencermati beragam investasi juga harus kembali diperkuat.Penulis melihat bahwa penipuan atas investasi bodong ini terjadi karena beberapa hal:Peran pemerintah dalam hal ini Departemen Koperasi dan UKM Ri dan turunannya baik di tingkat propinsi dan kabupaten/kota yang sangat kurang.Satgas investasi yang belum bekerja lebih total.Ketidaktahuan masyarakat terhadap jenis investasi dan perkoperasian.Kurangnya pembinaan dan pengawasan oleh pemerintah terhadap koperasi-koperasi.Unsur gerakan koperasi dalam hal ini Dekopin dan turunannya baik Dekopinwil/Dekopinda yang merasa bahwa hal ini bukan masalahnya.Berita media yang kadang clear dalam menjelaskan duduk persoalan ini.Dari beberapa hal yang penulis tulis di atas, penulis menekankan pada penguatan dan pengawasan pemerintah dalam hal ini Dapartemen Koperasi dan UKM RI untuk memberikan pengawasan lebih ketat terhadap lembaga yang mengaku-ngaku koperasi sehingga korban di masyarakat tidak semakin banyak berjatuhan.*Penulis adalah Direktur Ekonomi Kreatif Kopindo, Ketua Umum Asosiasi Manajer Koperasi Indonesia dan Penulis Buku Koperasipreneur.LartoKoperasi Pemuda Indonesia (Kopindo) Jakarta Selatanlarto1275@yahoo.co.id085724690690Sumber: http://news.detik.com/read/2013/03/08/095853/2189247/471/investasi-bodong-vs-koperasi Larto Jakarta - Sedih mendengar berita beberapa hari belakangan ini tentang investasi bodong yang selalu dikait-kaitkan dengan koperasi. Se... Baca selengkapnya »
Inspirasi Taubat yang Melahirkan Semangat Dahsyat Oleh: Ustadz. Hatta SyamsuddinPKS Taktakan - Kehidupan terus berputar. Terjerembab jangan membuat mata kita terus sembab. Terpuruk tak berarti masa depan kita buruk. Terkadang kita tergerus dosa, namun jangan sampai menjadi putus asa. Ibnul Qayyim dalam kitab Madarijus Salikin mengutip ucapan salaf yang aneh terasa: ‘Adakalanya seorang hamba berbuat dosa, namun masuk surga. Dan adakalanya seseorang mengerjakan ketaatan, namun masuk neraka’. Benar demikian, dosa dan kemaksiatan yang diikuti dengan pertaubatan sungguh-sungguh selalu melahirkan lompatan keimanan yang jauh lebih tinggi dari sebelum berbuat dosa. Sementara ketaatan yang diikuti rasa puas diri dan sikap jumawa akan menggerus pahala sampai titik nol yang sia-sia. Kesedihan dan penyesalan akan sebuah kesalahan adalah hal yang perlu, tapi berputus asa dan lemah semangat setelahnya adalah jauh dari sikap mereka para tokoh kesatria nan mulia.Mari kita belajar dari sosok Nabi Sulaiman SAW, satu-satunya di dunia ini yang diberikan tiga hal yang bahkan tidak diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Tiga hal tersebut adalah kekayaan, kenabian dan kekuasaan. Namun tidak selamanya kehidupan beliau berjalan dengan lancar tanpa hambatan. Ada satu episode kehidupan beliau yang bahkan dicatat dalam Al-Quran dan diperjelas dalam As-Sunnah, yang memberikan pelajaran bagi kita tentang sikap pertaubatan yang dahsyat.Kisah ini termuat begitu lengkap dalam kitab hadits Bukhari dan Muslim, bagaimana suatu ketika Nabi Sulaiman begitu percaya diri mengumandangkan tekadnya: ‘Aku akan menggilir sembilan puluh sembilan istriku semalaman, yang kesemuanya akan melahirkan anak laki-laki yang berperang fii sabiilillah”. Ia merindukan generasi yang hebat, maka sebuah tekad yang dahsyat pun dilantunkan. Hanya saja pada waktu itu beliau tidak menambahkan kalimat ‘insya Allah” (jika Allah SWT berkehendak). Seorang sahabat beliau telah mengingatkan: “Ucapkan Insya Allah“. Namun beliau lalai dan tak hati-hati, terlupa nasihat sang sahabat dan langsung menjalankan apa yang ia tekadkan, menggilir istri-istrinya dalam satu malam.Apa yang terjadi kemudian adalah episode keterpurukan dan ujian bagi nabi Sulaiman. Dari 99 istrinya tersebut, ternyata hanya seorang saja yang melahirkan bayi dan itupun dalam keadaan cacat, digambarkan dalam hadits sebagai “setengah manusia”. Maka orang-orang pun meletakkan bayi itu di atas kursi Sulaiman, dan melihat hal tersebut Nabi Sulaiman pun terpuruk, bersedih mengingat ucapannya terdahulu. Inilah yang digambarkan dalam surat Shad ayat 34 Allah SWT berfirman mengisahkan: “dan Sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan dia (anaknya) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah cacat) kemudian ia (Sulaiman) bertaubat. Bahkan Rasulullah SAW pun menambahkan saat menceritakan kisah ini, sekiranya ia (Sulaiman) mengucapkan insya Allah, niscaya setiap istrinya akan hamil dan melahirkan seorang anak yang akan berjuang di jalan Allah.Dalam semangat yang begitu hebat untuk melahirkan generasi pejuang, nabi Sulaiman lalai dan diingatkan oleh Allah SWT. Bagi sebagian orang ini adalah kelalaian yang sangat teknis dan sederhana, namun ternyata dibalik yang kecil itulah tersimpan cara dan hikmah Allah SWT menguji dan membesarkan nabi Sulaiman. Apa yang terjadi setelahnya? Nabi Sulaiman pun bertaubat, beliau meminta ampunan sekaligus penyesalan yang mendalam di hadapan Allah SWT. Namun itu tidak disertai kesedihan yang bertalu-talu, ataupun rasa putus asa yang menggurita dalam dada, justru sebaliknya Sulaiman tahu ia sedang diuji. Maka ia pun bertaubat dengan mengajukan permohonan yang lebih dahsyat dari yang ia capai sebelumnya. Sebuah istighfar segera disusul dengan proposal untuk mendapatkan kerajaan terbesar yang pernah dikenal dalam sejarah manusia. Dengan jelas lisan Sulaiman berujar: “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi“ (Shad:34-35)Subhanallah, taubat yang melahirkan semangat dahsyat. Dalam taubatnya nabi Sulaiman terus melanjutkan cita, bahkan ia mempunyai target yang lebih kuat, lebih besar, dari yang ia miliki sebelumnya. Sebuah kerajaan yang akan senantiasa dikenang dalam sejarah tentang kebesaran dan kekuasaannya. Maka Allah SWT pun memberikan kepada Sulaiman apa yang ia cita-citakan. Angin pun dalam genggaman, para jin tunduk di hadapan, bahkan penguasa-penguasa negeri lain siap bergabung dalam keislaman.Pelajaran besar terpatri dalam hati, mari kita bertaubat layaknya Nabi Sulaiman. Sebuah pertaubatan yang akan menjadi hentakan sejarah, untuk mencapai kemenangan dan kejayaan jauh lebih besar dari yang kita capai pada hari ini.Semoga bermanfaat dan salam optimis.Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/02/27555/inspirasi-taubat-yang-melahirkan-semangat-dahsyat/#ixzz2JtsKoNiH Oleh: Ustadz. Hatta Syamsuddin PKS Taktakan - Kehidupan terus berputar. Terjerembab jangan membuat mata kita terus sembab. Terpuruk tak be... Baca selengkapnya »
Fitnah, Oh, Fitnah “Jika kamu bersabar dan bertaqwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda” (Q.S. Al-Imran: 125)Mengawali tulisan ini, penulis teringat dengan salah satu perang yang membawa kemenangan bagi pasukan Rasulullah Saw, perang Badr. Perang yang membakar semangat umat Islam, perang yang membuat penulis merinding tatkala membaca kisah-kisah keajaiban yang muncul karena bantuan yang dikirimkan oleh Allah. Seperti kata Allah pada kutipan ayat di atas. Dia datang menolong dien-Nya dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda dan entah dengan jalan apa lagi DIA akan menolong hamba-Nya yang selalu bersabar.Dalam keadaan bagaimana pun, seruan Allah akan kesabaran ini amat banyak dalam kitab suci Al-Quran, hingga pantaslah jika ‘bersabar’ adalah pekerjaan berat yang akan diujikan kepada tiap hamba yang senantiasa berpegang teguh pada tali agama-Nya. Dan wajarlah bila balasan yang dijanjikan bagi orang yang bersabar adalah surga, sebab ia teramat berat untuk dijalani.Pembaca milis yang setia, ketika diri dilanda fitnah, maka di situlah awal sabar hendak ditanam. Tak usah khawatir akan fitnah. Sejak zaman Rasulullah, toh, perbuatan keji itu sudah ada. Masih jelas, amat kental dalam ingatan penulis, ketika orang paling munafik di kalangan Quraisy memfitnah Aisyah RA bahwa beliau sengaja berkhalwat (berduaan) dengan salah seorang sahabat. Padahal, berdasarkan kisah, sungguh hal itu tidaklah seperti yang dituduhkan. Begitu berbahayanya fitnah hingga berita tersebut menyebar di seluruh kalangan dengan begitu cepatnya. Bahkan, salah seorang sahabat, Abu Bakar Assiddiq RA yang dikenal dengan kelembutan hatinya sedemikian marahnya mendengar putrinya, Aisyah, berbuat demikian. Apatah lagi sang suami, lelaki paling mulia, Rasulullah SAW ketika mendengar kabar tersebut kemudian terbesit rasa percaya akan kabar tersebut, sungguh penyiksaan besar yang dirasakan oleh Aisyah RA semalam suntuk beliau menangis pedih. Tiga bulan lamanya ia dijauhi oleh Rasulullah, Saw. Bahkan sempat terdengar kabar, Abu Bakar RA rela putrinya diceraikan sekiranya kabar tersebut benar adanya. Itulah fitnah, punya kekuatan menumbangkan lawan atau musuh dari segi mental. Na’udzu billah tsumma na’udzu billah. Namun, perlu kita ketahui bersama bahwa kebenaran akan terkuak dengan sendirinya. Kesabaran akan membuka tabir fitnah yang tak jelas itu. Jikalau Rasulullah memperoleh kebenaran dari adanya wahyu, tentulah manusia biasa pun akan diberikan jalan oleh-Nya.Tak perlu risau dengan fitnah. Bukankah memang demikian adanya! Kebenaran akan diiringi oleh kebatilan. Bukankah sangat jelas pula bahwa kemudahan menyertai kesulitan. “Inna ma’al ‘usrii yusroo” (sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan), (QS. Al-Insyirah: 5). Usah resah akan fitnah yang bertandang jika diri sudah berjalan pada koridor yang tepat. Tak mestilah takut menggelayuti. Amat wajar kejujuran mendapat cobaan. Sudah lumrah kebenaran berteman dengan ujian. Semua sudah sunnatullah. Yang terpenting diri tahu bahwa pelaku fitnah alias ‘munafik’ tempatnya adalah Hawiah, lapisan terbawah dari tujuh neraka. Yang jelas diri paham akan firman-Nya dalam Al-Quran surah Al- Baqarah: 217 “Walfitnatu akbaru minal qotli” (Sedangkan fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan)Sekali lagi, tak perlu galau bila diri dilanda fitnah. Janji Allah itu pasti, bahwa “Innalloha ma’a sshoobiriin” (Sesungguhnya Allah bersama dengan orang yang sabar). Surah Al-Imran pada pembukaan tulisan di atas pun amat jelas menerangkan kepada kita bahwa kesabaran adalah kunci kemenangan. Tak perlu memikirkan dengan cara apa Dia akan menolong. Dia jauh lebih punya kuasa dibanding dengan penyebar fitnah. Dia amat tahu melalui cara apa hamba itu dimudahkan-Nya.Jaga Allah, maka Allah akan menjagamu. Itulah janji-Nya. Betapa indah ia memberikan janji kepada hamba-Nya. Tentulah, Dia akan dating dengan cara yang lebih indah. Penulis teringat dengan sebuah hadits hasan lagi shahih, yang diriwayatkan oleh Tirmidzi: Dari Abul Abbas Abdullah bin Abbas RA berkata, “Suatu hari aku berada di belakang Nabi SAW lalu beliau bersabda, “Nak, akan aku ajarkan kepadamu beberapa patah kata, jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu, jagalah Allah, niscaya dia akan senantiasa bersamamu, dan bila engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah. Ketahuilah, jika semua umat manusia bersatu padu untuk memberikan suatu kebaikan padamu, niscaya mereka tidak dapat melakukannya, kecuali yang telah ditulis oleh Allah bagimu, dan jika semua umat manusia bersatu padu mencelakakanmu, niscaya mereka tidak dapat mencelakakanmu kecuali dengan sesuatu yang ditulis oleh Allah bagimu. Pena telah diangkat dan catatan-catatan itu telah mengering.Sungguh dahsyat susunan hadits yang disabdakan oleh Rasulullah. Mudah-mudahan terpetik banyak hikmah. Satu hal yang mesti ditekankan dalam diri bila fitnah benar-benar bertandang adalah bahwa kemenangan akan selalu mengiringi kesabaran. Bersabar terhadap fitnah yang menghampiri insya Allah jalan keluar akan tampak jelas. Wallohu’alam bissawwab.Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/02/27484/fitnah-oh-fitnah/#ixzz2JlNFU7HR “Jika kamu bersabar dan bertaqwa ketika mereka datang menyerang kamu dengan tiba-tiba, niscaya Allah menolongmu dengan lima ribu malaikat ... Baca selengkapnya »